Apa itu Responden?

Views: 58
Apa itu Responden?

Pengertian Responden

Responden adalah orang-orang yang dimintai tanggapan dari pertanyaan yang telah terstruktur maupun semi-terstruktur untuk menjadi sumber data di dalam suatu penelitian. Artinya responden adalah sebagai sumber informasi untuk menunjang penelitian. Responden merupakan salah satu contoh dari data primer di dalam penelitian. Di mana data yang diperoleh langsung dilakukan oleh peneliti. Responden penelitian kuantitatif dan kualitatif memiliki perbedaan terkait dengan cara penjawabannya. Pada penelitian kuantitatif, responden akan memberikan jawaban lewat suatu angket atau kuesioner yang sudah didesain sedemikian rupa agar data bisa ditarik. Sedangkan pada responden penelitian kualitatif, responden akan menjawab pertanyaan melalui wawancara mendalam.

Karakteristik Responden

Karakteristik responden penelitian adalah suatu kriteria yang ditetapkan oleh peneliti terhadap sumber informasi penelitian. Berdasarkan definisi itu, berarti karakteristik utama dari responden penelitian menyesuaikan dengan tujuan penelitian. Karakteristik ini harus ditentukan supaya penelitian menjadi valid. Karakteristik ini bisa dilihat dari demografinya seperti:

  • Jenis Kelamin
  • Usia
  • Status Pernikahan
  • Pekerjaan
  • Pendidikan Terakhir, dan lain-lain

Jenis-Jenis Responden

Jenis responden itu sendiri ada dua jenis. Namun sebelum masuk ke dua jenis responden, akan saya spoiler metodologi penelitian yang akan Anda pilih pertama kali sebelum menentukan responden. Jadi metode penelitian juga ada dua bentuk, yaitu penelitian kualitatif dan metodologi penelitian kuantitatif.

  1. Metodologi Penelitian kuantitatif
    Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang bersifat induktif dan objektif. Cara ini dikenal juga sebagai metode tradisional, karena masih menggunakan cara cukup lama. Responden pada penelitian kualitatif bersifat deskriptif kuantitatif, yang meliputi dokumen pribadi, tindakan, catatan lapangan dan masih banyak lagi. Adapun ciri mendasar dari metodologi kuantitatif, yaitu identic dengan statistika. Kelebihannya, Anda bisa menyelesaikan waktu lebih cepat, karena bersifat objektif.
  2. Metodologi penelitian kualitatif
    Metodologi penelitian kualitatif adalah adalah metodologi penelitian yang baru, karena popularitasnya belum terlalu lama. Metode penelitian menggunakan post-positivistik. Ada juga yang menyebutnya dengan metode artistik yang cocok digunakan untuk meneliti pada kondisi objektif yang alamiah dan mengandung makna. Kelemahannya, pengambilan sampel di lapangan memakan waktu lebih lama. Hanya saja untuk Anda yang tidak suka dengan statistika, metodologi ini lebih cocok. Jika penelitian kuantitatif bersifat angka, pada penelitian kualitatif ini terfokus pada metode yang pas digunakan untuk mencari makna yang mendalam pada sebuah kasus atau objek tertentu. Sehingga hasil data responden menghasilkan kajian fenomena yang komprehensif.

Jenis-Jenis Sampling Responden

Dari dua metodologi penelitian di atas, Anda bisa memilih salah satu. Ketika sudah menentukan metodologi, barulah fokus pada masalah responden. Berbicara tentang responden, ada dua jenis kategori yaitu probability sampling dan non-probability sampling.

  1. Probability Sampling
    Probability sampling adalah subjek penelitian dalam populasi yang memiliki kesempatan 50:50 untuk dipilih atau tidak dipilih sebagai responden. Sementara untuk menentukan probability sampling dapat dilakukan dengan beberapa teknik, yaitu simple random, stratified random, cluster, dan systematic sampling. Dari semua teknik tersebut, biasanya tiap peneliti memiliki formulanya sendiri.
  2. Non-Probability Sampling
    Non-probability sampling adalah teknik sampling yang menentukan responden berdasarkan subjektivitas peneliti, berdasarkan keahlian yang dimiliki peneliti. Umumnya jenis non-probability sampling lebih sering digunakan untuk jenis penelitian kualitatif. Adapun teknik yang dapat digunakan untuk menentukan responden pada non-probability sampling, yaitu dengan judgmental sampling, consecutive sampling, convenience sampling, quota sampling, dn snowball sampling . Untuk lebih jelasnya dari masing-masing uraian di atas, mungkin akan kita ulas di artikel berikutnya.

Syarat Responden

Ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi ketika seseorang akan dipilih sebagai responden penelitian. Syarat itu antara lain:

  • Sesuai dengan Kebutuhan
    Salah satu syarat utama responden di dalam penelitian tentunya adalah harus sesuai dengan kebutuhan penelitian. Tidak mungkin penelitian dilakukan ketika responden yang dipilih tidak sesuai. Ketika responden tidak sesuai dengan penelitian, maka hasil dari penelitian juga akan berbeda dan tujuan dari penelitian tidak akan tercapai. Selain itu, peneliti juga harus mencari responden yang benar-benar menguasai tema penelitian agar bisa menjawab segala macam pertanyaan yang diajukan. Ketika responden menguasai tema, maka jawaban dari responden itu juga akan bernilai.
  • Jujur
    Penting sekali dalam suatu penelitian untuk mencari orang yang jujur untuk memberikan tanggapan untuk penelitian. Pasalnya, salah satu karakteristik penelitian ilmiah adalah dapat dipertanggungjawabkan. Oleh sebab itu, perlu jawaban-jawaban yang berdasarkan fakta dan tidak dibuat-buat agar penelitian tetap valid.
  • Taat Aturan
    Responden harus menaati peraturan yang telah ditentukan oleh peneliti. Jadi misalnya ada batasan-batasan tertentu yang ditetapkan oleh peneliti supaya proses penggalian informasi tidak melebar kemana-mana.
  • Bersikap Netral
    Tidak memihak kepada kelompok tertentu sehingga tidak menimbulkan jawaban yang bias. Jawaban bias itu tentunya akan membuat penelitian sulit untuk dilakukan karena jawaban dari responden apakah benar atau hanya memihak pihak tertentu.
  • Aktif Berkomunikasi
    Syarat ini lebih mengarah ke penelitian kualitatif. Pasalnya, pada penelitian kualitatif butuh jawaban-jawaban yang mendalam. Oleh sebab itu, perlu mendapatkan responden yang memiliki keterampilan dalam berbicara. Selain akan memudahkan penggalian informasi, responden yang aktif juga akan membuat proses wawancara lebih mengalir.
  • Mewakili
    Mewakili ini juga menjadi hal yang penting untuk menjadi syarat responden terutama pada penelitian kuantitatif. Sebab, seperti diketahui, penelitian membutuhkan sampel yang mewakili untuk nantinya digeneralisasikan menjadi populasi. Ketika responden tidak bersifat mewakili maka penelitian juga tidak akan valid.
  • Tidak Ambigu
    Tidak ambigu maksudnya adalah harus objektif dalam menjawab. Oleh karena itu, peneliti bisa menyusun kerangka sampling agar tidak menimbulkan keambiguan dalam penelitian.

Fungsi Responden

Responden memiliki beberapa fungsi penting dalam penelitian, di antaranya:

  1. Sebagai Sumber Data Utama
    Tanggapan dari responden memberikan data yang akan digunakan dalam analisis penelitian. Misalnya, jawaban mereka dalam survei memberikan gambaran mengenai opini atau perilaku yang sedang dikaji.
  2. Menentukan Validitas Hasil Penelitian
    Data dari responden yang tepat dan sesuai dengan kriteria membantu memastikan bahwa hasil penelitian akurat dan valid. Pemilihan responden yang kurang tepat dapat menyebabkan hasil penelitian menjadi bias atau tidak relevan.
  3. Membantu Mengungkap Pola atau Tren
    Dengan mengumpulkan tanggapan dari responden yang sesuai, peneliti dapat menemukan pola atau tren yang relevan dengan tujuan penelitian. Misalnya, survei yang dilakukan secara berkala kepada responden yang sama dapat membantu mengungkap perubahan pendapat atau kebiasaan dari waktu ke waktu.
  4. Mendukung Pengambilan Keputusan
    Dalam penelitian yang bersifat aplikatif, seperti survei kepuasan pelanggan atau uji coba produk, data dari responden dapat digunakan untuk memperbaiki atau mengembangkan layanan atau produk agar lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.