
Apa itu Kecerdasan Buatan (AI)?
Kecerdasan buatan (AI) adalah serangkaian teknologi yang memberdayakan komputer untuk belajar, bernalar, dan melakukan berbagai tugas tingkat lanjut dengan cara yang sebelumnya memerlukan kecerdasan manusia, seperti memahami bahasa, menganalisis data, dan bahkan memberikan saran yang bermanfaat.
AI adalah teknologi transformatif yang dapat membawa perubahan positif dan bermakna bagi masyarakat dan dunia. AI mencakup berbagai disiplin ilmu, termasuk ilmu komputer, analisis dan statistik data, rekayasa hardware dan software, linguistik, ilmu saraf, dan bahkan filsafat serta psikologi. AI adalah tentang mengajari komputer untuk melakukan hal-hal luar biasa yang dapat dilakukan otak kita sendiri, mulai dari memahami dunia di sekitar mereka hingga mempelajari hal-hal baru dan bahkan menghasilkan ide-ide segar.
Bagaimana Cara Kerja Kecerdasan Buatan (AI)?
Teknik kecerdasan buatan, meskipun beragam, semuanya pada dasarnya bergantung pada data, algoritma, dan daya komputasi. Sistem AI belajar dan berkembang melalui eksposur pada data dalam jumlah besar, yang mengidentifikasi pola dan hubungan yang mungkin terlewatkan oleh manusia. Data ini berfungsi sebagai materi pelatihan, yang kualitas dan kuantitasnya sangat penting untuk performa AI.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, AI bukanlah satu teknologi, tetapi bidang luas yang mencakup beberapa area utama:
- Machine Learning (ML): Ini adalah jenis AI yang memungkinkan sistem belajar dari data untuk mengidentifikasi pola dan membuat prediksi atau keputusan tanpa pemrograman langsung. Bayangkan mengajari komputer untuk mengenali burung dengan menunjukkan ribuan gambar burung; komputer tersebut belajar sendiri seperti apa rupa burung.
- Deep Learning (DL): Subbidang ML, deep learning menggunakan jaringan neural buatan dengan banyak lapisan (karena itu disebut "deep") untuk belajar dari data. Jaringan ini terinspirasi oleh struktur otak manusia dan sangat baik dalam menangani tugas-tugas kompleks seperti pengenalan gambar dan ucapan.
- Natural Language Processing (NLP): NLP memungkinkan komputer memahami, menafsirkan, dan menghasilkan bahasa manusia. Teknologi ini mendukung asisten suara seperti Siri dan Alexa, layanan terjemahan, dan chatbot.
- Computer Vision: Area ini memungkinkan komputer "melihat" dan menafsirkan informasi visual dari dunia, seperti gambar dan video. Teknologi ini digunakan dalam berbagai hal, mulai dari pengenalan wajah hingga mobil otonom.
Manfaat Kecerdasan Buatan (AI)
Penggunaan AI membawa berbagai manfaat dalam kehidupan manusia, antara lain:
- Otomatisasi
AI dapat membantu mengotomatiskan alur kerja dan proses atau bekerja secara independen dari tim pekerja. Misalnya, AI dapat membantu mengotomatiskan aspek pengamanan cyber dengan terus memantau dan menganalisis traffic jaringan. - Mengurangi Kesalahan Manusia
AI dapat meminimalkan error manual dalam pemrosesan data, analisis, perakitan di bidang manufaktur, dan tugas lainnya melalui otomatisasi dan algoritma yang mengikuti proses yang sama setiap saat. - Menyingkirkan Tugas Berulang
AI dapat digunakan untuk melakukan tugas berulang, sehingga membebaskan karyawan untuk menangani masalah yang lebih kompleks. Baik untuk menganalisis data, memverifikasi dokumen, mentranskripsi panggilan telepon, memoderasi konten, atau menjawab pertanyaan pelanggan yang sederhana. AI unggul dalam mengotomatiskan fungsi pekerjaan yang repetitif atau membosankan ini. - Cepat dan Akurat
AI dapat memproses informasi dengan lebih cepat daripada manusia, menemukan pola, dan menemukan hubungan dalam data yang mungkin terlewatkan oleh manusia. - Ketersediaan Tanpa Batas
AI tidak dibatasi oleh waktu, kebutuhan istirahat, atau kebutuhan manusia lainnya. Saat berjalan di cloud, AI dan machine learning dapat “selalu aktif”, terus-menerus mengerjakan tugas yang diberikan. - Percepatan Penelitian dan Pengembangan
Kemampuan untuk menganalisis data dalam jumlah besar secara cepat dapat mempercepat terobosan dalam penelitian dan pengembangan.
Sejarah Kecerdasan Buatan (AI)
Gagasan tentang "mesin yang berpikir" sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Namun, sejak munculnya komputasi elektronik (dan terkait dengan beberapa topik yang dibahas dalam artikel ini), peristiwa dan pencapaian penting dalam evolusi AI antara lain sebagai berikut:
- 1950
Alan Turing menerbitkan Computing Machinery and Intelligence. Dalam makalah ini, Turing—yang terkenal karena memecahkan kode ENIGMA Jerman selama Perang Dunia II dan sering disebut sebagai 'bapak ilmu komputer'—mengajukan pertanyaan berikut: "Dapatkah mesin berpikir?" Dari sana, ia menawarkan sebuah tes, yang sekarang terkenal dengan sebutan "Tes Turing", yang mana seorang interogator manusia akan mencoba membedakan antara respons teks komputer dan manusia. Meskipun tes ini telah mengalami banyak pengujian sejak diterbitkan, tes ini tetap menjadi bagian penting dari sejarah AI, dan merupakan konsep yang terus bertahan dalam filosofi karena menggunakan ide-ide seputar linguistik. - 1956
John McCarthy menciptakan istilah 'kecerdasan buatan' pada konferensi AI pertama di Dartmouth College. (McCarthy kemudian menciptakan bahasa Lisp.) Di tahun yang sama, Allen Newell, J.C. Shaw, dan Herbert Simon menciptakan Logic Theorist, program komputer AI pertama yang dapat berjalan. - 1967
Frank Rosenblatt membangun Mark 1 Perceptron, komputer pertama yang didasarkan pada neural networks yang 'belajar' melalui coba-coba. Setahun kemudian, Marvin Minsky dan Seymour Papert menerbitkan sebuah buku berjudul Perceptrons, yang menjadi karya penting dalam neural networks dan, setidaknya untuk beberapa lama, menjadi argumen untuk menentang inisiatif penelitian neural networks di masa depan. - 1980
Neural networks, yang menggunakan algoritma backpropagation untuk melatih dirinya sendiri, menjadi banyak digunakan dalam aplikasi AI. - 1995
Stuart Russell dan Peter Norvig menerbitkan Artificial Intelligence: A Modern Approach, yang menjadi salah satu buku pedoman terkemuka dalam studi AI. Di dalamnya, mereka mendalami empat tujuan atau definisi potensial AI, yang membedakan sistem komputer berdasarkan rasionalitas dan pemikiran versus tindakan. - 1997
Deep Blue IBM mengalahkan juara catur dunia Garry Kasparov, dalam pertandingan catur (dan pertandingan ulangnya). - 2004
John McCarthy menulis sebuah makalah, What Is Artificial Intelligence?, dan mengusulkan definisi AI yang sering dikutip. Pada saat itu, era big data dan komputasi cloud mulai berlangsung, sehingga memungkinkan organisasi untuk mengelola data yang makin besar, yang suatu saat kemudian digunakan untuk melatih model AI. - 2011
IBM Watson mengalahkan juara Ken Jennings dan Brad Rutter di acara kuis Jeopardy! Selain itu, pada periode ini, ilmu data mulai muncul sebagai disiplin ilmu yang populer. - 2015
Superkomputer Minwa milik Baidu menggunakan neural networks konvolusional untuk mengidentifikasi dan mengategorikan gambar dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi daripada rata-rata manusia. - 2016
Program AlphaGo dari DeepMind, yang didukung oleh neural networks dalam, mengalahkan Lee Sodol, juara dunia Go, dalam pertandingan lima permainan. Kemenangan ini sangat penting karena banyaknya langkah yang mungkin diambil saat permainan berjalan (lebih dari 14,5 triliun setelah hanya empat langkah). Kemudian, Google membeli DeepMind dengan harga 400 juta dolar AS. - 2022
Kebangkitan model bahasa besar atau LLM, seperti ChatGPT dari OpenAI, menciptakan perubahan besar dalam kinerja AI dan potensinya untuk mendorong nilai perusahaan. Dengan praktik AI generatif baru ini, model pembelajaran mendalam dapat dilatih terlebih dulu pada sejumlah besar data. - 2024
Tren AI terkini menunjukkan kebangkitan AI yang berkelanjutan. Model multimodal yang dapat mengambil beberapa jenis data sebagai input memberikan pengalaman yang lebih kaya dan mumpuni. Model-model ini menggabungkan kemampuan pengenalan gambar visi komputer dan pengenalan ucapan NLP. Model yang lebih kecil juga membuat langkah maju di era yang tidak lagi tertarik dengan model yang masif dengan jumlah parameter yang besar.